Images

Aku dan Monolog tentang Aku dan Tuhan

Setiap adzan memanggil
Kadang aku tak langsung memenuhi
Aku berleha leha di atas permadani dunia
Aku menunda si tiang agama

Setiap berkumandangnya seruan shalat
Kadang aku lupa bagaimana caranya untuk tepat waktu
Aku lupa caranya bergegas ke peruduan
Aku hanya ingat bagaimana asyik nya bermain dengan dunia

Tak lama setelah aku bosan dengan dunia,
baru aku bergegas mengadu pada shalatku
Apa?
Aku hanya shalat untuk melepas bosanku pada dunia?
Istighfar wahai anak adam!

Apa kah dengan kondisi ini Tuhan murka?
Jangan pernah berkata seperti itu!
Tuhanku tak pernah murka!

Aku benci orang berkata Tuhanku pemurka!
Kuulangi sekali lagi, Tuhanku tak pernah murka.
Dzat ini Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
lalu mengapa banyak orang tega memfitnah Dia gemar murka?

Mengapa langit dan isinya hancur dan melukai kita?
Apakah itu bukan tanda Ia murka?
Apakah semua itu masuk dalam kategori teguran kalau itu sangat mencekam?

Itu bukan murka ku bilang!
Itu teguran ! Kan sudah kubilang!
Kau tahu betapa Maha Kuat dan Perkasanya Dia.
Mungkin jika bagian dari Nya yang sekecil atom jatuh ke bumi, seluruh galaksi akan berkeping keping.
Tapi Dia Maha Penyayang, Ia tak biarkan kekuatan sebesar itu datang sekarang.

Lalu bagaimana dengan shalatmu aku bertanya
Baiklah,aku akan menjawab
Shalatku hanya segelintir gerakan dengan bacaan yang berantakan
Shalatku belum bisa mencapaiNya
Ruku ku tak dapat membuat saraf saraf yang ada di tubuh ini ikut tunduk

Lalu, apa kau tau Tuhan itu ada di mana?

Hah? Apa kau bercanda?
Pertanyaan macam apa itu?

Mengapa kau menjawab begitu?
Apa dengan begitu Tuhan sebenarnya tak ada?

Apa yang kau bicarakan?
Aku merasakan ada Tuhan.
Sekarang dan di sini.
Tapi aku tak tau persisnya dimana.
Yang aku tau hanya disini

Berarti kau tak yakin dengan jawabanmu?

Argh! Bukan begitu.
Sekarang aku bertanya, apa kau pernah merasa bahagia, marah dan sedih ?
Dimana letaknya perasaan itu?

Hem. .Aku rasa ada di dalam dada

Benar. Lalu di organ mana ?
Di dada sebelah mana?
Tunjuk dengan jarimu!

Hah? Kau menjebakku?
Aku tak tau tepatnya dimana
Hanya di dada ku

Begitu juga Tuhan
Aku tak tau Dia ada dimana
Yang aku tau, dimana aku menghadap Dia ada disitu
Dimana aku melangkah, Dia bersamaku
Dia dekat lebih dari nadi leherku.
Jadi kau tau Tuhan dimana?
Disini, yas.
Sekarang.

Lalu bagaimana dengan kematian?
Apa kau takut?

Kematian?
Setiap malam kita mati.
Tidur itu saat nyawa kita di ambil Tuhan tapi dengan kebesaranNya ruh kita kembali
Tapi meskipun aku sudah dilatih mati setiap malam lebih dari 17 tahun, tetap saja aku takut.

Mengapa kamu takut?
Nafasmu milik-Nya
Dialah yang ada di ujung nafasmu
Dia tak meninggalkanmu barang sedetik walau ruh tak lagi menyatu di raga

Ya, kau benar.
Untuk apa aku takut?
Dia menjagaku
Bahkan ujung nafasku adalah Dia
Biarlah itu urusan nanti
Yang aku tahu, Dia dekat.
Disini dan sekarang

Bismikallahuma ahya wa bismika amuut
*Dengan nama Allah aku hidup dan dengan nama Allah aku mati

Alhamdulillaahilladzi ahyana ba'da ma amatanaa wa ilayhin nusyuur
*segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami

0 comments:

Hamster

Photobox with Lia

Photobox with Lia