Images

Curahanku pada Lelaki Itu

Hai aku menyapamu lagi
Tapi bukan untuk menggambarkan indahmu
Hanya ingin bercerita mungkin
Ingin kau tahu bahwa aku tak sedang baik saja

Apa kau sibuk?
Mungkin iya, tapi kau selalu bilang tidak
Maaf bila mengganggu
Aku hanya bingung hendak berbagi dengan siapa
Semua sibuk, tenggelam begitu saja dengan nikmat hidup mereka

Aku baik
Em. .Lebih tepatnya mencoba baik
Aku senang
Lihat saja senyum di wajahku
Em. .Aku memang tersenyum,
tapi dalam sunyi ini aku meradang dan biru tanpa alasan

Aku ingin menangis
Tapi itu tak bisa kupenuhi
Entah lah padahal aku butuh
Tapi airnya tak ingin keluar :(
Entahlah ini berlangsung tanpa sebab

Hai , apa kau masih mendengarku?
Kurasa masih begitu
Hanya kuharap tak pernah bosan
Kau hanya selalu bilang katakan apa yang aku ingin katakan
Jadi ya sudah aku katakan
Aku cuma tak ingin kau berpikir bahwa aku hobi mengeluh

Aku tak mengeluh
Kau tahu itu
Aku hanya perlu sandaran
Kala aku lelah dengan beban di punggungku

Kau tahu?
Semua tertahan tak tertahankan
Lalu hanya ada yang menyesak di hati
Entah apa, aku hanya berteriak
Hingga jurang ikut menganga
Siap menelan aku yang bisa jatuh kapan saja

Lalu aku hanya berkutat dengan hatiku yang tak karuan
Aku butuh pelabuhan
Entah untuk apa
Untuk mengeluarkan apa yang ada di hati ku
Semua seakan memberatkan
Memberatkan aku dari ujung kaki
Merambat ke punggung
Hingga menambat mati di kepala

Kau bertanya
Apa yang ku perlukan?
Aku rasa aku perlu api
Biar membakarku hingga hangus
Hei mengapa kau memarahiku?
Iya maaf kupinta aku memang keterlaluan

Aku cuma perlu mata air
Dengan gemericik air akibat air terjun di belakangnya
Hijau pepohonan dan kicau burung
Harum cemara membahana
Lalu kulihat pula pantulan pelangi di mata air itu
Aku perlu keadaan seperti itu

Aku tahu kau tak bisa membawa nya padaku
Setidaknya buatlah senyum di wajahku yang sendu ini
Aku mulai tak merasa bahagia
Rasanya semua yang kurasa mengendap di bawah saja

Lalu aku ingin menangis di depanmu
Tak ingin apa pun kuucap
Hanya ingin memandangimu
Tak ingin berbicara tentang sendu
Hanya biarkan aku hingga aku tersenyum

Aku merasa ada di bawah
Hatiku terasa tak karuan
Seperti aku sedih lalu putus asa
Dan lagi
Aku tak tahu dengan alasan apa
Mengapa

Aku ingin berbicara
Berbagi bahkan dengan bayangan
Aku juga ingin bersandar tapi tak ada teman
Biarlah kupinjam bangku kursi ku

Lalu di tengah keramaian di tengah kota
Aku kesepian di ruanganku dengan televisi yang memancarkan radiasi
Lalu itu terasa mengganggu ketenangan
Tapi kala tak ada, terlalu tenang

Nyalakan lampu semangatku dong!
Gelap tak bernyawa rasanya
Aku ingin tertawa
Aku ingin tersenyum hingga menangis
Aku meradang sekarang
Dan entah karena apa

Ada saran?
Ya, itu ide yang paling masuk akal
Aku akan memasuki alam mimpiku kalau begitu
Penat sudah aku dan organ organ dalam tubuhku
Aku akan bersiap tidur

Terimakasih telah mendengarkan
Terimakasih atas waktumu
Terimakasih Tuhan,
atas kamu :)
Selamat malam, selamat tidur
Aku, dunia dan Tuhan menyayangimu :)

1 comment:

  1. keren kaa :) membuat saya merinding :) saya suka puisi ini :)

    ReplyDelete

Hamster

Photobox with Lia

Photobox with Lia