Images

Lelaki Itu II

Hei lelaki ku,
Lelaki yang masih sama,
Masih dengan keindahanmu
Masih kutaktemui tempat nyatamu

Hei lelaki ku,
Dimana tempatmu?
Kau seolah dekat tapi kau tak nyata disini
Seperti sedikit gila, bahwa kau seperti telah menyapaku senja kemarin

Hei lelaki indah ciptaan Sang Maha Indah,
Tak lelahkah kau bersembunyi?
Kuberitahu kau
Aku masih menunggumu di depan teras rumahku
Tempat terakhir kalinya kau habiskan waktu denganku
Dengan ayat ayat kasih kau bercerita
Dan masih dengan senyuman hangatmu :)

Hei lelaki indah ciptaan Sang Maha Indah,
apa kau tau bahwa aku masih mengawasimu disini?
Jangan pura pura tak tahu
Kau paham betul aku gemar menguntitmu dari seberang sini
Melihatmu mengadu pada Ilahi
Atau bahkan tertidur pulas di marmer rumahmu

Hei kau si lelaki itu,
tahukah kau ?
Aku selalu menantimu di senja temaram
Memohon mu dalam do'a ku
Mengharapmu di setiap munajatku

Hei kau si lelaki itu,
Aku tak pernah berjumpa dengan mu
Sinarmu saja aku tak pernah menangkapnya
Tapi mengapa seolah aku mengenal kau dengan baik?

Hei kau si lelaki itu,
jangan kau jenuh memainkan dawai dawai cintamu
Jangan kau berhenti mengabdi pada Ilahi
Jangan kau tak menangis lagi di tiap shalatmu
Lanjutkan menjunjung agama dan kehormatan keluargamu

Hei kau yang di seberang sana,
izin kan aku menggambarkan sedikit indahmu
Matamu yang hitam pekat tak bisa mengalihkan pandanganku
Kulitmu yang seterang sinar sinar lampion memecah gelap
Rentetan gigimu yang rapi bagai bonus atas senyumanmu
Tubuhmu yang kuat terbentuk dari gigihnya kau bekerja
Perawakanmu yang tinggi seperti pelindung sinar uv bagiku

Hei kau yang di seberang sana,
aku senang melihatmu bercengkerama dengan keluarga di depan rumahmu
Siapa gadis kecil yang sedang kau ajari itu?
Aku rasa dia adikmu, manis dan suka tersenyum sepertimu
Kau membasuh kaki kaki ayah dan ibu mu yang sudah tua
Aku lihat kau menunduk menitikkan air mata
Lalu kau mendongak menatap ibu bapakmu
Dan mengubah tangismu menjadi senyum
Kau tak mengeluh atas kerasnya hidup
Kau sudah tau rasanya terbentur karang
Kau sudah terlatih berjalan di atas kerikil tajam


Langkahmu tak kau tuju pada sesuatu yang bisa saja membunuhmu
Kakimu kau gerakkan ke tempat menuntut ilmu,
kau langkahkan ke tempat kau mengadu sampai gaduh pada Ilahi
Ke tempat dimana kau habiskan peluhmu untuk sekarung beras
Ke tempat kau dapat belajar mengapa air itu menyejukan dan bara itu membakar
Dan melangkahkan kakimu pada keindahan yang menenangkan

Musim semi yang merah
Itu yang dapat menggambarkan aku kepadamu
Simbol hidup dan rona rona semangat
Merah seperti pipiku kala terbayang akan mu
Hangat seperti semi menyelamatkan kehidupan bumi

Aku menanti lelaki itu yang berarti kau
Yang mungkin bisa mengerti pola pikirku yang tak biasa
Aku rasa kita punya abstraksi pikiran yang sama
Aku rasa kita punya ego yang dapat kita pahami

Hei kau lelaki dengan senyum
Tak jenuh aku meraba raba bagaimana bentuk wajahmu
Aku cipta puisi puisi dengan bait bait pengharapan
Berharap bahwa kau benar ada

Hei kau lelaki dengan senyum
Aku menatap langit senja sekarang
Jingga memudar menuju gelap
Mentari sudah mulai pulang

Aku menatap ke depan dengan gitar di pangkuan
Hanya bersenandung
Kupetik senar, tapi bukan irama yang tercipta
Itu bukan irama!
Hanya nada. .
Mungkin kau bisa membantuku mencari bagaimana iramanya
Itu juga bila kau ada disini :)

Lelaki dengan senyum seperti bulan,
bila aku tak menemukanmu, lalu bagaimana?
Biarlah memimpikanmu saja sudah indah :)

Aku mencintaimu dengan caraku yang tak biasa
Mencintaimu dengan mak comblang angan
Mengagumi kau dan kehidupanmu dari balik jendela mimpi
Dan lalu mencaci diri karena semua semu bukan realiti
Tapi tak apa, itu sudah cukup indah

Hei lelakiku yang tertulis dalam Lauhul Mahfuz,
kapan kau mengatakan dimana kau berada sesungguhnya?
Aku menunggumu setiap hari. .
Saat jati meranggas hingga embun embun air membanjiri dedaunan

Hei lelakiku yang telah tertulis di Lauhul Mahfuz,
aku harap kau juga tengah menungguku
Menanti aku penuh harap dalam do'a dan di ujung munajatmu

Hingga takdir mempertemukan
Dan memberitahukan aku, kau ada dimana

Lalu, bagaimana bila lelaki sepertimu tak ada?
Biarlah, memimpikanmu saja sudah indah. .
Sudah sangat indah :)

0 comments:

Hamster

Photobox with Lia

Photobox with Lia