Images

Kebetulan

“Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?"
 Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa

Destiny is something we've invented because we can't stand the fact that everything that happens is accidental
-Unknown

"Satu kali adalah kebetulan.Kedua adalah sebuah keajaiban. Ketiga tidak bisa dihindari. Keempat adalah nasib" - Kurenai Otoya (Kamen Rider Kiva)


‘Kebetulan’, semua yang terjadi di dalam hidupku serasa semuanya ‘kebetulan’.
Begitu juga saat aku bertemu dengan mu. 

Saat pertama kali aku mengenalmu, ‘kebetulan’ aku meminta tolong padamu untuk membelikan sampul plastik angkatan karena ‘kebetulan’ aku hanya berpapasan denganmu. Aku, yang waktu itu menjadi koti biologi bingung karena banyaknya tugas asistensi. Padahal saat itu aku tak mengenalmu, tahu namamu pun tidak. Tapi, aku memercayaimu . Tak hanya sampai disitu, aku juga meminta tolong padamu untuk memburn kan CD. Entah untuk apa, aku lupa.

Kemudian, kembali ‘kebetulan’ kita bertemu dalam satu kelompok biologi. Tidak ada kesengajaan, tidak ada perasaan suka saat itu. Lama - kelamaan kita pun enjoy apalagi saat praktikum sidik jari kala itu kau benar - benar mengerjaiku habis - habisan.

‘Kebetulan’ kita sering memakai warna baju yang sama yang tidak disengaja sehingga jadi omongan teman angkatan.

‘Kebetulan’ kita memiliki merk laptop dan tipe laptop yang sama. TOSHIBA Satelite. Sekali lagi, tidak ada yang merencanakan. Aku berwarna coklat dan kamu berwarna hitam.

‘Kebetulan’ lagi saat LDKM tiba, kita kembali satu kelompok. Banyak kegiatan kita habiskan bersama. Dan kembali salah seorang teman kelompok LDKM pun jadi mengompori.

‘Kebetulan’ dikampus yang lama kamu suka duduk di sampingku selang beebrapa teman, duduk di belakangku , sekali lagi tanpa sengaja. Dan ‘kebetulan’ kita sering bercanda bersama.

‘kebetulan’ aku suka dengan lelaki yang berjenggot, kalau kau tak percaya crosscheck dengan sahabat – sahabatku di SMA. Dan ‘kebetulan’ kau memilikinya.

‘Kebetulan’ kita masuk pada kelompok tutorial yang sama di blok Digestif. Lagi – lagi satu teman yang mengatakan kita jodoh dan harus bersama. Tapi, sayangnya kau tak menaruh perasaan apapun padaku saat itu dan aku bersama dengan orang lain.

‘Kebetulan’ aku melihat tanggal lahirmu di facebookmu. Aku terkejut, karena hanya berbeda 1 hari dari aku. Mungkin umur kami pun tidak berbeda sampai 24 jam.

‘Kebetulan’ saat LKMM kita kembali terpilih untuk mewakili PSPD. Dan pada saat pengumuman peserta terbaik, kita ‘kebetulan’ menjadi peserta terbaik LKMM Fakultas. Kembali, berdua. Tanpa diduga.

‘Kebetulan’ saat kita memasuki organisasi yang sama kita masuk ke dalam satu divisi yang sama. Sekali lagi, tidak ada diantara kita yang sengaja ingin masuk divisi ini. Seperti ‘kebetulan’ dan ‘kebetulan’ (lagi).

‘Kebetulan’ kamu adalah teman lelaki ku yang sering ke rumah duduk di teras. Dan kita bisa ngobrol apapun itu. Dari persiapan lkmm wilayah yang kita ga bisa berangkat dan lainnya.

'Kebetulan' aku suka angka 7, dan ternyata waktu itu kamu memakai baju futsal dengan nomor punggung 7. :')

‘Kebetulan’ kita pernah rapat di rumah mu di banjarbaru hingga jam 12, dan orang – orang yang rapat di rumahmu mencari makan, tapi kau terlalu takut karena aku dan teman wanitaku terlalu malam dan kau menyuruh dua perempuan ini pulang dan mengiringi kami ke rumahku dan berjanji membawakan kami makanan. Di perjalanan aku tersipu, hatiku tergetar dan berkata aku pada teman perempuan yang membawaku di motor,’kalau saja ya aku punya pasangan seperti dia, baik banget takut kita kenapa – kenapa,’’. Tapi setelah mengucapkan itu aku pun menghapusnya dalam – dalam karena aku masih bersama orang lain. Saat kau mengantarkan makanan untuk kami, dulu kau pernah berkata mukaku kala itu sangat lucu menanti di pagar rumahku. 

'kebetulan' aku punya penyakit maag yang sering kambuh, dahulu saat semester - semester awal aku selalu mencarimu kemana - mana. Karena kamu yang mempunyai obat maag yang hampir selalu dibawa. dan kau pernah bercerita padaku, kala itu kau berasa menjadi toko obat kelilingku yang selalu jagain aku. :')

‘Kebetulan’ motor kita waktu itu bermerk sama. ‘REVO’ tetapi berbeda tipe. Kita namai dengan nama binatang. Belalang dan aku mansonia.

Jujur. Status “imam dunia akhirat’’ yang ku post itu memang untuk kamu, membayangkan kamu. Tidak membayangkan siapapun. Dan ‘kebetulan’ mungkin seorang teman mengatakan hal yang sama bahwa status itu untukmu. Dan ya memang benar tapi sekali lagi aku ada dalam waktu yang salah.

‘Kebetulan’ saat itu tiba – tiba seorang teman bertanya padaku apakah aku menyukaimu? Karena katanya kau selalu membicarakanku. Aku Cuma diam karena aku tidak bisa menjawabnya. Karena kebetulan, dari LDKM, bulan ketiga perkuliahan, aku sudah sangat mengagumimu. ‘kebetulan’ kamu adalah lelaki pertama yang aku kagumi di angkatan dan tidak ada lelaki lain yang kukagumi selain kamu. Berbeda halnya dengan kamu yang mudah tertarik dengan perempuan lain. Dulu suka A, lalu ke B baru ke aku. Tapi aku pun tak pernah menduga secara ‘kebetulan’ kamu bisa memiliki perasaan yang sama.  Kalaupun aku berkata tentang teman angkatan lain yang memiliki paras ganteng atau apapun itu, aku Cuma bercanda bersama teman perempuan lain. Mana mungkin seseorang yang aku suka kupublikasikan? Cuma perasaanku ke kamu saja yang aku tahan sendiri. Tidak kuceritakan pada siapapun. Sama sekali. Dan setiap buncahan perasaan yang muncul kucoba kukubur karena aku bersama dengan orang lain. Tetapi, semua terjadi secara ‘kebetulan’. Kau datang dan hatiku lebih condong kepadamu dan akupun akhirnya memilihmu. Karena sudah sejak lama mendambakanmu. Aku bersyukur sungguh sangat bersyukur. Seperti mimpiku menjadi kenyataan.

‘Kebetulan’ kamulah saksi meninggalnya papaku. *ups menulis part yang ini jadi menitikkan airmata* . kamu ingat? Waktu pertama kali kau ke rumahku untuk menjemputku kerja kelompok, papaku melihatmu. Tiba – tiba 15 menit kemudian aku mendapat telepon dari rumah bahwa papaku di bawa ke rumah sakit. Dan kau mengantarku ke IGD melihat jasad papaku yang ternyata sudah tak bernyawa. Aku hanya bisa menangis. Saat itu hanya ada kau dan Arif. Dari situ, aku selalu bertanya apakah kau orangnya? Mengapa papaku pergi begitu cepat, dan pergi setelah 15 menit melihat mu pertama kali? Apakah itu pertanda kau yang terakhir? Dan aku rasa bukan itu maksud Allah. Allah memanggil papa begitu cepat, agar aku di dalam studiku tidak memikirkan keadaan papa yang sedang sakit di rumah, lalu papa melihatmu merasa lega, karena kamu bakal melindungiku dan menjadi petunjuk arah yang baik kelak aku di banjar. Aku mungkin baru pertama kali jauh dari rumah dan tidak tahu banjar. Allah menitipkan aku padamu. Dan kamu Allah titipkan untukku. Apakah begitu?  . Masuk akal, tapi wallahu a’lam. Dari situ kau sering waktu di Banjarbaru ke makam papaku dan mengirimkan tahlil. Sekarang kau tak ada, dan aku harap aku masih bisa bertemu dengan orang yang juga tak keberatan mengirimkan tahlil pada papa. dan pada malam sepeninggal papa untuk selamanya, you promised me tidak akan meninggalkan saya. tapi, seharusnya saya paham bahwa manusia selalu punya rencana dan usaha tapi Allah lah yang menentukkan semuanya. Benar? Mungkin Allah tidak meridhainya :')

‘Kebetulan’ kamu juga menjadi kesayangan mamaku dulu. Mamaku begitu percaya padamu. Mama mengajak mu makan. Mengirimi mu pesan kala aku belum bangun untuk menanyakan keadaanku. Semuanya. Tapi aku harap mama juga menemukan orang yang bisa dia percayai seperti mempercayaimu.

‘Kebetulan’ Aku dan adikmu memiliki banyak kesukaan. Hello Kitty dan Strawberry. J itu sebabnya aku pernah bilang kepadamu dulu, “bagaimana kalau aku bertemu adikmu? Pasti akan berebut hello kitty”.

‘Kebetulan’ yang tidak disangka sepupumu ‘H’ adalah teman SDku yang juga sebangku denganku. Dia baik, selalu mendukungku walau suka mengejek. Aku akan selalu berterimakasih padanya untuk apapun.

‘Kebetulan’ Uwa mu, juga salah satunya merupakan guru SMPku. Beliau suka memujiku di hadapanmu. Sungguh aku terharu dan aku juga berterimakasih untuk itu.

‘Kebetulan sepupumu yang juga sekarang sedang berada di fakultas kedokteran juga dekat dengan ku . dia sungguh ramah dan baik, padahal aku tak pernah dengan sengaja mendekatinya. Love her J

‘Kebetulan’ saat kita ada masalah kakak perempuanmu yang selalu kukagumi mengirimkan pesan pribadi di twitter. Kau tau rasanya? Benar. Jawabanmu benar.

‘Kebetulan’ kau dulu pernah menyukai lagu  Avril. Dan taraaaa kau bertemu dengan orang yang addict sama avril.

‘Kebetulan’ NIMku 19 dan itu  juga merupakan huruf depan nama panggilanmu di kampus dan wilayah pertemanan.

‘Kebetulan’ kita pernah shalat berjamaah. Masih ingatkah shalat berjamaah kita yang pertama dulu? Di rumah kiki kawan kita, kau membaca wirid panjang, dan aku menangis. Karena aku menemukan sosok imam di dirimu. Dan aku harap aku masih bisa bertemu dengan orang sepertimu yang bisa mengajariku tajwid, makhraj, fiqih , dan berbagai ilmu lain.

‘Kebetulan’ aku suka memasak. Dan kau sering minta dimasakkan makanan. Ayam kecap, singkong/ubi goreng. Aku suka memasak untukmu. Aku pernah membuatkan bekal untukmu waktu kau pulang ke kotamu pada saat Idul Adha. Apakah kau masih ingat? Mungkin sudah lupa. Kala itu, aku membatalkan pertemuan keluarga dengan kaka sepupuku untuk menyiapkan bekal untukmu yang sedang berpuasa. Aku juga suka memasakkan makanan untukmu berbuka puasa.

‘kebetulan’ waktu kau sakit om ku dan mama mengantarkan makanan ke kontrakanmu. Berharap kau makan, dan omku berkata dulu omku juga kontrak d daerah situ. J well, sesuatu yang tak terduga juga.

‘Kebetulan’ kita memiliki pandangan yang sama dalam agama, tidak berbeda seperti beberapa orang yang pernah bersamaku. Dan itu juga yang membuatku selalu merunduk sedih saat melihat gedung dakwah berwarna hijau di kiri jalan bila menuju Banjarbaru.

mungkin banyak 'kebetulan' lain yang luput dari tulisan ini. tapi setauku kebetulan diantara kita sangat berkesan untukku. Entahlah bagaimana untukmu. mungkin biasa saja. :)

Dan secara ‘kebetulan’ kita berpisah. Tidak ada dikamus kita kata perpisahan, karena aku terlalu yakin “you’re the right guy” yang bakal jadi lelaki terakhir. Tapi secara ‘kebetulan’ karena memang tidak kita rencanakan, jalan kita terlalu terjal karena kesalahpahaman, dan mungkin itu juga kesalahanku. Dan kata – kata yang selalu kita hindari terucap. Sungguh untuk pemikiran manusia, kita sudah tidak bisa lagi menyatu. Tapi wallahu a’lam bishshawab, Allah punya kuasa atas segala sesuatu. 

I've never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now
When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it OK
I miss you
-Avril Lavigne "When You're Gone"

Jujur perpisahan ini begitu menyakitkan. Lebih menyakitkan daripada menjalin hubungan yang sangat lama lalu berpisah. Ini tentang perasaan keyakinan bahwa yang terakhir adalah kamu, tetapi aku harus mengubur semuanya itu jauh lebih menyakitkan. Mungkin lebaynya adalah seperti kehilangan lebih dari setengah diri ini. Tapi, aku tak bisa bersedih terus menerus. Setelah aku sadari, AKU MEMANG TIDAK BAIK UNTUKMU. J

Dan secara tidak sengaja aku ‘kebetulan’ membaca pesan singkatmu pada perempuan angkatan kita yang sungguh menyakitkan kau menjawabnya dengan baik dan panjang, berbeda dengan aku yang kau jawab dengan seadanya terkadang sedikit kasar dan menyakitkan aku. Tapi tak apa, seakan menjadi jawaban mungkin secara ‘kebetulan’ waktu sudah memulihkan kamu begitu cepat dan kamu sudah memiliki banyak yang bisa menyenangkan kamu. Aku memang banyak kekurangan dan memang sepantasnya kamu bisa mendapatkan yang lebih baik, aku hanya harus belajar kuat.

Kita lihat saja skenario Allah, apakah Allah masih ingin mempertemukan kita dalam berbagai “kebetulan” atau malah “kebetulan” yang akan mempertemukan kamu dengan perempuan lain dan aku bersama lelaki lain. Karena sungguh, begitu menyakitkannya aku bahkan tidak ingin mencari lagi yang baru secepat itu. Karena aku takut, bahwa yang kurasakan sama dan ternyata orang lain itu bukan orang yang tepat lagi.  Lagipula tak pantas untukku mencari – cari hanya untuk menggantikan kamu yang seperti mengakar, dan kewajibanku memang bukan untuk mencari. Kewajibanku adalah untuk memperbaiki diri. Biarkan Allah dengan skenario – Nya dan waktu yang akan menjawab semuanya. Aku tidak pernah meragukan Tuhanku, Allah SWT. Aku tidak pernah mau menyalahkan Allah. Buktinya dahulu aku pernah berpisah dengan banyak orang dan beberapa diantaranya memang menyakitkan, tapi siapa yang menyangka aku bisa bertemu dan bersama seorang seperti kamu yang seolah adalah jawaban doa – doaku? Walaupun kita berpisah dan rasanya ternyata lebih sakit berkali – kali daripada yang terdahulu. Tapi, untuk apa diratapi? J . Semua akan indah pada waktunya.

Dan mungkin kau akan menemukan kebetulan dengan perempuan lain. Seperti kebetulan tanggal lahir sama, kebetulan suka band sama, kebetulan single, kebetulan siap nikah, kebetulan pakai baju sama, kebetulan kau sudah mengaguminya lama lalu ada kesempatan, kebetulan kau suka lagu yang sama dan dia menggunakannya untuk ringtonenya, kebetulan orang yang kau kejar dulu sekarang mengejarmu. Dan kebetulan kau dekat dengannya, dan kebetulan kau sering bercanda dengannya dan kebetulan kau mungkin melupakan semuanya. Yaa begitulah. Dan mungkin itu juga akan terjadi padaku mungkin dengan kebetulan - kebetulan yang aku tuliskan sebelumnya. Tidak ada yang tahu. J

Dan terimakasih sudah pernah menjadi imam dunia dan akhiratku walaupun Cuma sebentar.. sebentar sekali dengan penuh cobaan dimana aku juga berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan ini.. Jadi imam dunia misalnya ketua kelompokku, ketua divisi ku, penasehat terbaik yang pernah aku punya. Imam akhiratku, imam shalat, tempat aku bertanya banyak ilmu agama, mengajariku tajwid, :’) ah… semuanya. Terimakasih. Dan terimakasih untuk Allah yang pernah menitipkan kamu yang indah untukku.

“Lebih jauh lagi, gue gak percaya pada kebetulan, gue percaya pada pertemuan yang dirancang diam-diam. Masing-masing dari kita punya garis kehidupan yang telah digambarkan. Dan masing-masing dari kita, kalau diizinkan, akan saling bersinggungan.”
― Raditya DikaMarmut Merah Jambu

Ya, biar waktu yang menjawab, apakah pertemuan ini hanya persinggungan garis yang tidak sengaja melalui titik yang sama dan berakhir dengan perpisahan yang tidak akan menyatu.
Ataukah ini kesempatan yang diberikan Allah untuk benar – benar fokus pada sesuatu yang lebih penting, lebih fokus memperbaiki diri dan mempertemukan kembali di waktu yang tepat saat semua sudah “SIAP”. Dan aku harap secara ‘kebetulan’ pula kau dapat membaca tulisan ini. Hanya sekedar mengingatkan betapa ajaibnya pertemuan kita dan bagaimana perpisahan itu tak kita skenariokan juga terjadi.

Bagi para pembaca yang tidak berkenan, tulisan ini ditulis untuk menumpahkan semuanya. Bukan untuk mengemis dia untuk kembali. Karena sungguh , aku sudah tidak berdaya kecuali atas kuasa Allah. Jadi , bagi orang – orang yang tidak menyukai tulisan ini, tolong jangan judge aku sembarangan ya. Hidupku untuk hari ini dan masa depan. Masa lalu merupakan pelajaran yang sangat berharga. Sungguh sangat berharga. J



Accidents, try to change them -- it's impossible. The accidental reveals man.
Pablo Picasso quotes (Spanish Artist and Painter1881-1973)

“Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, seorang ilmuwan akan mencari pola, dan seorang beriman akan mencari Tuhan”
― Ayu Utami

“Tidak ada kebetulan yang kebetulan. Sesungguhnya semua sudah diatur oleh Allah, semua merupakan skenario Allah. Dibalik sebuah rahasia masih ada rahasia.”

-Desy Herlina Ulfah

Is this the answer of your past promise? :) Wallahu a'lam :)





La tahzan, Innallaha ma'ana :)

*NB : dulu kau pernah memintaku menulis tentang kita di blog, tapi maaf semua sudah terlanjur terlambat. dari kita memutuskan dulu untuk tak mengumbar ke dunia maya dan akhirnya cuma tulisan tentang kita ini yang aku sempat tulis untuk mengabulkan permohonanmu. :) 

4 comments:

  1. Speechless.. Tabah ya Tyas.

    Kalau bagi kaka,
    "Kebetulan itu sebenarnya
    Skenario yang telah disiapkan,
    Tanpa diketahui
    oleh siapapun."
    AKB48/JKT48 - BINGO!

    ReplyDelete
  2. Buiddih,buanyak bener kebetulannye. Betewe,kalu kagak salah banjarbaru tu daerah palembang kan yeh?

    ReplyDelete
  3. banjarbaru itu daerah kalimantan selatan,

    ReplyDelete

Hamster

Photobox with Lia

Photobox with Lia