Images

Super woman, my wonder woman

Hem.. gatau kenapa malam ini pengen posting. tapi gatau ya, bingung mau posting apa.
Terkadang aku sampai pada poin tertentu dimana aku menyadari, aku terlalu sering mengingat sesuatu yang telah pergi. Papa dan yaa pasti cinta juga.
Tapi, mengapa aku tak pernah mengingat seseorang yang sangat menyayangiku dan dia masih bersamaku, masih Allah titipkan untuk menjagaku... Ibu.. Mama.. Ummi.. Mommy... apapun itu sebutannya :')

"Who ran to help me when I fell,

And would some pretty story tell,

Or kiss the place to make it well?
My mother."
~Ann Taylor


Teringat mama, maka kalau disuruh mendiskripsikannya itu seperti apa ya? beliau kuat luar biasa. benar - benar mandiri dan selalu mensyukuri yang Allah kasih.
Mama ku itu perempuan terkuat sedunia. 

Pernah suatu ketika mama bercerita tentang proses lahiranku. Bahwa saat itu mama mengeluarkan darah banyak sekali dan akhirnya mamaku meminta bantuan tetangga sebelah untuk membawa ke rumah sakit.
mama bilang, "bu, bu, minta tolong antar saya ke rumah sakit, saya sudah mau melahirkan,''
"kenapa bu tau sudah mau melahirkan?''

"ini saya banyak mengeluarkan darah,"

tanpa ba bi bu lagi, ibu tetangga langsung bawa mama ke rumah sakit. Ternyata perdarahan. aku lupa kausa nya kenapa dicerita itu.
ya, kalau ga salah lagi mama sampe harus di opname di rumah sakit karena perdarahan, yang di sebabkan siapaaaaa? "AKU". :')
tali pusarku membelit. huuuh dasar tyas! dari kecil udah nyusahin mama. :')
Perlu tau bahwa papa bekerja di kota lain jadi ga bisa mendampingi mama.
jadi, lihat betapa kuatnya mama mengurus dirinya sendiri dan mengurus aku yang ada di dalam perutnya.
SENDIRI.

Kalau tidak salah, dahulu dokter kandungan mama mengatakan bahwa kandungan mama lemah karena ya.. mamaku menikah usia 33 tahun, jadi memang penuh risiko, dan semenjak saat itu papa bertekad hanya memiliki satu anak.

okay lanjut, pada saat persalinan, lagi - lagi papa ga datang. bukan karena tidak sayang, tetapi karena memang bekerja. dan dulu sarana komunikasi tidak seperti sekarang kan? 
Jadilah yang mendampingi mama, menebus kantung darah, mengurus operasi caesarmengadzani aku pertama kali bukan papa. Tapi teman - teman mama. Jadilah saya bila bertemu om Akhyadu selalu dibilang, "ini anakku ini.." hhe.. karena emang beliau berjasa banget. :)

Setelah aku tumbuh dewasa, mamapun lebih sering bersamaku. Aku yang rewel, aku yang doyan banget tidur di bawah ketiak mama setiap siang, setiap malam :")
Papa emang jarang pulang karena pekerjaan yaaa sebulan paling 3 harian aja di rumah.
Mama itu dari dulu berjuang, ya berjuang untuk selalu setia sama papa, berjuang untuk mendidik aku, berjuang untuk menuruti apa yang aku mau selama beliau sanggup, dan selalu menasehati.

Banyak cobaan hidup yang datang, tapi mama tetap bisa menyembunyikan kesedihannya dari aku. bahkan, anggota keluargapun ga ada yang tau kesedihannya! :')
seperti mama berusaha berbesar hati. Sama dengan Islam yang tidak suka dengan seorang yang bersedih. Kecuali bersedih karena belum bisa menjadi hamba yang baik, lalu memotivasi kita untuk gemar beribadah.

“Dan jangan kalian bersikap lemah, dan jangan pula kalian bersdih hati.” (Ali Imran:139)

Jadi, kemudian pada saat papa kena penyakit stroke dan harus kehilangan pekerjaan karenanya, mamaku tidak pernah berniat untuk meninggalkan papa sedikitpun. Dengan tangisan beliau memboyong papa yang bahkan ke WC pun tidak bisa. Membersihkan kotorannya. Menyemangati hati papa yang mungkin bersedih, lalu tetap harus mengurus aku yang kala itu masih SMP. Dan tetap harus bekerja untuk menghidupi kehidupan kami.

Saat aku putus cinta, mamalah yang selalu menjadi penawar kegelisahan, penawar segala gundah dan tempat aku meminta do'a untuk diberikan jodoh yang terbaik. Dan selalu kupaksa mama untuk mendoakanku agar aku lulus ujian, agar aku mendapat ridha Nya. "Ridhallah fii ridha walidain, wa sukhtullah fii sukhtil walidain" . Right?

Setelah kepergian papa pun mama tetap kuat. tetap jadi tulang punggung keluarga. tetap wanita yang mengerjakan banyak hal di usia beliau yang semakin senja. masih suka beresin pekerjaan rumah, masih suka ke kantor untuk cari nafkah (ini kayanya suatu keharusan), masih harus ngurusin aku, dan yang mengharukan adalah dengan keterbatasan kekuatan fisik akibat usia, mama tetap mau seminggu sekali mengunjungi ku ke kos - kosan untuk sekedar berbicara / membantuku menyetrika mungkin hanya sekitar 4 jam lalu pulang kembali ke Banjarbaru. dan, beliau MENGENDARAI MOBIL SENDIRI. Mobil kopling bukan matic yaa :')

Semuanya. Mama yang menangis saat tau aku begitu sakit, mama yang panik melihat anaknya yang masih kecil ini sakit. Entah bagaimana tidak ada kendaraaan sama sekali, mama saya orangnya kurus kecil, dan saya saat masih kecilpun(usia 9 tahunan) sudah berbadan gemuk dan besar, dan ibu saya harus menggendong saya kemana - mana dulu hanya untuk mencari dokter. Panas, keringat, berat. memarahiku? TIDAK. Yang penting ketemu dokter aku sembuh.

Selalu, setiap aku patah hati dan yang sakitnya berhari - hari tempat yang paling nyaman untuk menangis adalah pelukan mama. Tidak pernah sedamai itu. dan , selalu kata - kata pamungkas beliau tentang kebesaran Allah dan janji - janji untuk terus mendoakanku membesarkan hatiku. 

Mama, tidak pernah menuntutku untuk sempurna, yang penting udah usaha belajar, kalau gagal ya belajar lagi. Jangan stres.. Selalu mama begitu.
Jangan stres, nanti sakit, mama jauh... :') 
urgh sedih kalau ingat begitu.
Jadi selalu aku memotivasi diri dan selalu minta ridha dan doa beliau

Terkadang akupun bingung, kami sudah seperti berjarak. Pinginnya sih nonton acara TV bersama tapi selera sungguh jauh berbeda. akhirnya aku nonton TV di kamar, mama di ruang tengah. aku sibuk dengan buku, dan beberapa tulisan, mama sibuk dengan istirahatnya karena kelelahan. selalu kami seperti tidak punya waktu.

Mama.. Begitu menginspirasi
Kita sebagai perempuan ga boleh lemah
Ga boleh bergantung pada lelaki 100%
Lihatlah mama.. Begitu mandiri, begitu kuat, begitu tegar.
Aku terkadang malu, hanya urusan hati saja aku begitu lemah.
Padahal kehidupan dunia tidak cuma itu saja.
Mamaku mau berjuang habis - habisan demi pendidikan aku, anaknya.
Kami bukan orang yang kaaya. Tapi aku sungguh merasa sangat kaya saat aku begitu bersyukur memiliki ibu yang luar biasa,
contoh yang luar biasa
Mamaku benar - benar super.
Tidak pernah main emosi
Selalu menyenangkan aku dan bahkan teman - temanku.
Aku malu jadi anaknya. malu karena LEMAH tidak kuat seperti ibunya. :')
Well, sumber inspirasi yang menggetarkan hati.

Semoga mama selalu diberikan kesehatan, kesabaran, kekuatan, karena sungguh hartaku sekarang cuma mama. Titipan Allah yang masih menyayangiku tanpa lelah, yang selalu mendukung semua nya
sempatkan aku membahagiakan mama, Ya Allah.. Aamiin..
"nak, harus kuat, harus semangat. Kita sudah tidak punya siapa - siapa lagi. Yang bisa mengubah nasib kita sekarang dan nanti, hanya diri kita sendiri nak."
Penggalan kata dari Ibunda, 19 Juli 2013. Disampaikan dari tempat terindah di dunia, pelukan ibunda. :')

Sudahkah kita menyadarinya ? bhawa kita lebih sering melupakannya? :')



Banjarbaru, dari kamar tidur putri kesayangan mama
18 Agustus 2013, 22:27 WITA
Maaf, foto lama belum pakai jilbab.


4 comments:

  1. aaaaa tyaasss :"" airmataku keluar baca inii :""
    tetap semangat!!:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya aku juga berkaca - kaca . mamaku luar biasa. mama kita luar biasa ;)

      Delete

Hamster

Photobox with Lia

Photobox with Lia