Images

Pindah

Pernahkah suatu waktu kau menyadari bahwa hidup itu hanya sekedar pindah?
Pertama kau ada dalam perut ibumu yang aman lalu Tuhanmu mengkehendaki kamu untuk pindah ke tempat yang lebih berbahaya? Dunia.

Dunia. Tempat dimana semua perpindahan terjadi.

Lalu saat kamu ada dalam pelukan hangat ayah bundamu, menggendongmu kesana kemari, hingga akhirnya kammu harus pindah dari tempat aman nyaman itu menuju kemandirianmu, merangkak kemudian berjalan dan berlari. Lebih berbahaya. 

Ada saatnya kau melihat orang yang kau sayangi pergi untuk selama - lamanya. ya, mereka pindah ke alam yang lebih kekal. Semua pindah, orang yang kau sayangi akan pindah dan kau akan menjadi saksi perpindahan itu. Atau tiba saatnya kau lah yang disaksikan orang untuk pindah.



Pindah. Dari TK - SD -SMP - SMA - Kuliah. Lalu kangen untuk tidak pindah hingga tempat kau berada sekarang.

Lalu saat kamu masih dilindungi dalam duniamu yang penuh kasih sayang, dan harus pindah ke duniamu yang lebih mengacuhkanmu. remaja, kedewasaan. 
Pada masa ini ada fase, dimana kamu akan menemukan hati untuk berlabuh, tetapi ternyata itu bukan pelabuhan terakhir. kamu harus menangis berhari - hari, berminggu - minggu, berbulan - bulan hingga bertahun - tahun lamanya. Okay, mungkin tidak selama itu. Tapi kenangannya, sosoknya akan melekat hingga seumur hidupmu. Tapi kadang untuk hal ini kita sulit pindah.
Tidak semudah memindahkan parkiran mobilmu, tak semudah memindahkan tangan kirimu ke atas tangan kananmu.
Tak semudah itu..
Apalagi kalau kau rasa dia yang terakhir, akan lebih sulit pindah.
:)
Sekali lagi, hidup itu adalah suatu proses perpindahan. Cepat atau lambat.
Kadang kita sendiri yang tidak mau pindah, padahal kalau dilihat - lihat, keadaan dan orang yang ditunggu - tunggu udah ngasih sinyal ke kamu untuk pindah loh. Tapi diri sendiri aja yang betah nyakitin diri berharap perpindahan itu tak terjadi.
Sedih memang. Tapi pernahkah kamu duduk di pekarangan rumahmu?
Lihat sekitarmu.
Lihat ke depan. Di sana ada kupu - kupu terbang dan tidak hanya satu tempat untuk mencari nektar.
mereka harus pindah untuk dapat yang lebih banyak.
Lihat ke atas bahkan awan yang tidak hidup pun tertiup angin, untuk pindah. 
Matahari juga tidak selamanya ada di dekatmu kadang dia harus berpindah muncul di bagian lain. Sehingga seimbang. Sehingga kamu tau arti terang, kau tau arti gelap. Sehingga ku tau beradaptasi kala panas mendidih, dan kau tau cara berselimut tebal saat dingin menusuk tulangmu.
Kalau kau masih mengamati lihatlah betapa banyak kendaraan yang lewat. mereka tidak diam. mereka berpindah, bergerak untuk mengerjakan sesuatu, untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
Masih kurang? 

Mungkin konsep pindah ini sangat mudah untuk dikatakan. Tapi percayalah, bahwa penulis sendiri belum tentu bisa pindah dari tempat yang sarat akan memori. :) 
Saya tipe orang yang sulit pindah.
Akan lebih baik melihat dia yang kita tunggu pindah . Dan penulis rasa dia sudah pindah :) entah kemana. :)



Dan terkejut juga , bahwa ternyata saya sependapat dengan Raditya Dika dalam novel Manusia Setengah Salmonnya.
Dia juga mengatakan bahwa hidup cuma kumpulan perpindahan, maaf lupa halaman berapa.

ini ada beberapa quotes dari Raditya Dika masih dalam Manusia Setengah Salmon.

“Seperti rumah ini yang jadi terlalu sempit buat keluarga kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat lain yang lebih luas dan (dirasa) cocok untuk dirinya. Rumah ini tidak salah, gue dan dia juga tidak salah. Yang kurang tepat itu bila dua hal yang dirasa sudah tidak lagi saling menyamankan tetap dipertahankan untuk bersama. Mirip seperti gue dan dia. Dan dia, memutuskan untuk pindah” (hal. 29)

“Saat ini, gue jadi berpikir, proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang , kita masih membanding-bandingkan siapa pun yang kita temui dengan mantan pacar. Ketika kenalan sama seseorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Seperti lazimnya orang yang masih terjebak di masa lalu, orang yang lebih baru pasti kalah dari mantan pacar kita yang sudah lama itu.” (hal. 244)


Dan ya, dia sudah pindah. Mengapa saya belum ? apakah pembaca merasa hal yang sama dengan saya? 
Mari berpindah pelan - pelan.

Biarlah Tuhan yang menunjukkan perpindahan kita salah/benar. Biarkan Dia bekerja, biarkan kita sampaikan permohonan - permohonan kita selalu.
Biarlah Tuhan tunjukkan, perpindahan kita apakah hanya perpindahan waktu dengan orang yang sama. atau malah kita benar - benar pindah, waktu dan orang yang berbeda.

Semua orang sedih akan perpindahan. Saya juga. Sangat sedih  malah.

Dia telah pindah, itu tidak salah. Itulah hidup. :)
PINDAH.

0 comments:

Hamster

Photobox with Lia

Photobox with Lia