Images

Menyadari

Kemarin saya menyadari suatu hal.
Bahwa mungkin saya tak pantas untuk anda.

Ilmu agama saya sungguh cetek, rasanya ga pantas jadi madrasah anak - anak anda kelak. Banyak sekali perempuan dengan ilmu agama yang jauh lebih baik, dan madrasah terbaik untuk anak - anak anda kelak.

Sikap saya masih sangat jauh dari kata baik, cantik, menyenangkan. Saya masih orang yang suka bercanda, suka lelucon, terlalu pemikir, dan masih sedikit idealis.


Keluarga saya baik, tapi mungkin kurang baik untuk anda. Keluarga kami cuma penuh cinta, penuh kebahagiaan, kami tau agama, tapi mungkin tidak mendalam. Itulah mengapa saya hanya perempuan remaja yang satu - satunya menggunakan khimar. Kami bukan keturunan konglomerat. Kami apa adanya, sangat sederhana.

Harta saya juga tidak banyak. Saya bukan anak orang kaya, yang tinggal minta ini itu dikasih. Saya harus nabung sendiri untuk apa yang saya mau. Tetapi, alhamdulillah Allah selalu mencukupi apa keperluan kami.

Fisik saya? saya termasuk perempuan dengan paras yang alhamdulillah normal, cantik menurut pandangan mama (yaiyalah). :) Yang pastinya. tetapi perempuan yang lebih cantik banyak sekali. Saya juga gampang gemuk, dan yaa... yang lebih langsing banyak :)

Kecerdasannya? Saya juga jauh dari kata cerdas. Saya hanya Alhamdulillah cukup bisa menerima apa yang diajarkan dan mau berdoa serta usaha. Saya ga pernah berprestasi apa - apa dalam perlombaan akademik, malah banyak penghargaan menulis, itu juga waktu kecil. Saya juga bukan orang hebat di sebuah organisasi. Saya juga bukan pemimpin yang baik untuk diri saya sendiri. Saya tidak cerdas agama, saya tidak cerdas emosional.





Jadi siapakah saya? saya cuma hamba Allah dengan segala kekurangan yang ada. Alhamdulillah berkecukupan, Alhamdulillah normal secara fisik, Alhamdulillah mama selalu bilang saya cantik. Dan selebihnya saya masih ingin belajar, memperbaiki apa yang bisa saya perbaiki. Saya bersyukur. Alhamdulillah saya diberikan hidup yang luar biasa. Tulisan ini bukan untuk kufur nikmat. :) . Saya mencintai diri saya, hidup saya dan keluarga saya. Saya bersyukur saya seberuntung ini. Alhamdulillah..

Saya ingin memperbaiki diri saya bukan untuk mengejar jodoh. Tapi, saya ingin dekat dengan Allah Yang Maha Cinta. Dan dengan mencintainya saya tidak perlu takut untuk dinilai. Karena Allah mencintai saya apa adanya.

Saya sadar saya jauh dari kata pantas untuk anda, titipan terindah yang pernah Allah kasih ke saya. Saya sayang semua aspek anda, sikap, agama, keluarga anda semuanya saya sayangi. Tidak pernah tidak sama sekali.

Saya disini cuma bisa memperbaiki apa yang bisa saya perbaiki dari diri ini dan sambil menunggu dan mengharap Allah datangkan Imam dunia akhirat sesungguhnya yang dapat menerima saya apa adanya. menerima keadaan keluarga dan saya apa adanya. Lahir dan batin.

Saat ini saya hanya ingin mencintai Allah. Mencintai seorang makhluk yang sangat indah mungkin tak pantas untuk saya. Biarkan saya memantaskan diri untuk orang yang memang merasa saya pantas untuknya.
Bukankah mencintai itu tentang keikhlasan? bukan untuk egois? Melihat dia memilih pergi dengan yang lebih baik justru harusnya bersyukur. Karena keindahan harusnya dengan keindahan. 

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."  (QS an-Nur [24]:26).

0 comments:

Hamster

Photobox with Lia

Photobox with Lia