Images

Karena Bersama Tidak Hanya Tentang Perasaan

Cinta..
apa itu cinta..
kebanyakan sih galau ya gara - gara ini doang

hm.... semua orang inginnya cinta pasti berakhir dengan pernikahan.
tapi sadarkah bahwa menikah tidak semudah itu?

semakin bertambah umur, saya menyadari bahwa untuk sekedar bersama tidak hanya saling cinta kuncinya.
mostly, memang iya
tapi masih ada hal lain yang harusnya bisa jadi sepasang manusia bisa bersama.

cinta? Iya. Semuanya memang terasa lebih mudah menyatu saat ada rasa ini.
tapi menuju pernikahan, kebersamaan yang sesungguhnya satu - satunya yang di ridhai Allaah, maka perlu juga restu.
iya.. restu dari orangtua kita dan orangtua pasangan.
karena untuk apa punya perasaan yang sama, tapi kunci bersama tidak bisa digapai?
Ridhallahu fii ridho walidain kan? Ridhonya Allaah ada pada ridha nya orangtua.
hal ini lah yang menjadi kunci yang sangat krusial dalam sebuah hubungan.
pernah merasa sangat cocok dan cinta sama seseorang ? Cek dulu deh ridha masing2 orang tua . Takutnya udah semakin mantap harus mundur mendadak.

selain cinta dan ridha nya orangtua pertimbangkan juga keyakinan. Sebenarnya ada dua arti. Keyakinan secara religius atau keyakinan bahwa sang pasangan itu memang yang terbaik yang Allaah kirim. Ini menurut saya sangat penting.
keyakinan religius lebih baik sama. Apalagi untuk perempuan muslim, alangkah lebih indah kalau kita dibimbing oleh pasangan kita. Suami kita yang bakal jadi kunci surga kita. Apalagi jalan untuk menyamakan keyakinan ini gak gampang. Pasti ada saja pihak - pihak dan alasan - alasan yang bikin proses perubahan nya semakin ruwet. Intinya jangan memulai sesuatu yang akan memusingkan diri sendiri. Carilah dari awal yang memang satu keyakinan. Untuk apa kamu hidup di dunia sayang? Untuk akhiratmu. Dan lebih indah kalau bisa menuju jannah sama-sama, apalagi dapat bimbingan.
Keyakinan yang berikutnya adalah masalah betapa kita bisa merasakan bahwa dia lah orangnya. Saya sempat merasakan hal ini. Dan rasanya luar biasa. Perasaan itu begitu kuat tetapi Allaah lah yang berhak menentukan bisa atau todak jodoh atau tidak, sehingga keyakinan manusia sombong ini memang harus dikubur dalam - dalam karena semuanya sudah diambil Allaah. Sehingga saya menunggu perasaan itu muncul lagi. Perasaan yakin bahwa dia bisa jadi pembimbing kita, tempat mencinta dan dicintai. Perasaan dimana saya sebagai wanita yang apabila besok dia melamar saya, saya langsung bilang IYA dengan mantap. Itu perasaan yang sebenarnya menjadi kunci kuat kedua untuk bisa bersama.

selain itu juga harus satu visi misi. Yang satu keyakinan saja bisa tidak satu visi misi karena berbeda pengajian sehingga manhaj berbeda. Ada yang masih ikut tradisi lah dalam beragama ada juga yang sangat keras untuk hanya memakai hal - hal shahih.  Dan ini juga yang nantinya akan menentukan keharmonisan. Bayangkan ibunya ingin anaknya pesantren di A karena tidak melakukan ibadah bid'ah. Sedangakkan ayahnya pingin pesantren deket aja dan masih terikat kuat tradisi. Hal - hal kecil yang lain misalnya ada yang pakai qunut, ada yang melakukan haulan, kalau salah satu pasangan tidak sabar dan sama - sama tidak ada keinginan untuk menuntut ilmu yang shahih maka percekcokan tidak akan pernah terelakkan. Visi misi yang lain mungkin masalah manajemen hidup ya tujuan hidup nya juga apa, mostly kalau banyak kesamaan maka pasangan akan merasa bisa menjadi diri sendiri sehingga tidak perlu memaksakan untuk membuat pasamgan nyaman. Tetapi semuanya akan terasa nyaman.

ya mungkin itu sih yang ada dipikiran saya. Sebenarnya dari 3 hal tadi ada satu lagi yang penting yaitu perjuangan. Bagaimana kamu berjuang menggapai ridha atau restunya orangtua. Baik itu dengan memperkenalkan pasanganmu, memperbaiki dirimu agar orangtuamu yakin dengan pilihanmu, mencerotakan dan mencoba meluruskan sesuatu yang mungkin salah paham antara orangtuamu dan pasangan.
perjuangan untuk menghindarkan diri dari perbedaan keyakinan dari awal. Perjuangan untuk menemukan (ikhwan) atau menantikan(akhwat) seseorang yang membuat keyakinan itu mimuncul secara natural. "Dia yang akan jadi suri tauladanku, pembimbingku dunia akhirat, yang menjaga aku, imam shalat dan dunia akhirat, guru dan pencari nafkah halal ku". " dia orang yang tepat untuk menjadi istriku dan ibu yang akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anakku, makmum yang harus aku bimbing,istri yang menedujkan dan membantu menggapai jannah bersama".
perjuangan agar satu visi dan misi dapat dicapai. Misal dengan ikut pengajian bersama yang memang jelas ilmunya, menyelesaikan segala sesuatu dengan kepala dingin, komunikasikan segala sesuatu yang ingin disampaikan agar tidak salah paham, musyawarah dan rendahkan suaramu kala marah.

ya semuanya jadi jelas bahwa jika bersama minimal ada 5 kunci. Perasaan, restu, keyakinan, satu visi dan misi,serta yang paling penting adalah perjuangan.


Jadi bersama tidak cuma masalah perasaankan?


sudahkah anda menjadi perempuan yang DIPERJUANGKAN?
saya belum.
Sudahkah anda menjadi lelaki yang MEMPERJUANGKAN PEREMPUAN anda?
ask yourself.



0 comments:

Hamster

Photobox with Lia

Photobox with Lia